Inilah 8 Tempat Belanja Asyik di Yogyakarta yang Bisa Kamu Kunjungi

Informasi

Informasi dan Tips-tips

Inilah 8 Tempat Belanja Asyik di Yogyakarta yang Bisa Kamu Kunjungi

Inilah 8 Tempat Belanja Asyik di Yogyakarta yang Bisa Kamu Kunjungi

Tempat Belanja di Yogyakarta ini Bisa Menjadi Referensi untuk Kamu

Banyak yang menganggap kalau Yogyakarta ini bagaikan rumah kedua, bahkan yang baru mampir sejenak di kota ini. Kla Project dengan lagunya yang berjudul Yogyakarta juga sukses membuat siapapun yang pernah berkunjung ke kota ini kangen untuk dapat mengunjunginya kembali. Apalagi sekarang sudah ada banyak Guest House di Jogja yang memudahkan Homiers untuk mencari penginapan, yang salah satunya adalah Simply Homy Guest House.

Selain pantai Yogyakarta yang cantik, destinasi menikmati matahari terbenam yang menyenangkan Yogyakarta rupanya juga menjadi primadona dimata para penyuka belanja. Tidak heran ya homiers, Yogyakarta ini memang sebuah kota yang lengkap. Apa saja dapat ditemui di Kota Gudeg, apalagi harga – harga yang ditawarkan ketika berbelanja di Yogyakarta juga sangat terjangkau dan tidak terlalu mahal.

Dari sekian banyak tempat berbelanja di Yogyakarta, sebut saja salah satunya berada di Jalan Malioboro yang tidak pernah sepi dari wisatawan yang ingin berbelanja. Siapa bilang belanja di Yogyakarta hanya bisa dilakukan di Malioboro? Termasuk Malioboro, masih ada beberapa tempat belanja di Yogyakarta khusus untuk homiers yang doyan banget belanja!

1. Sepanjang Jalan Malioboro adalah Surganya Tempat Belanja

Jalan Malioboro itu adalah jalanan utama yang menjadi ikon kota Yogyakarta. Biasanya orang yang pertama kali liburan ke Yogyakarta akan singgah ke jalan ini. Entah buat sekedar nongkrong menikmati kulinernya, melihat kesibukannya, atau untuk berbelanja. Memang di Jalan Malioboro inilah jantung aktivitas kota Yogyakarta berdenyut tapa henti. Jalan dimana orang lokal menyatu dengan gerak – gerik  para wisatawan.

Selain itu kalau ngomongin belanja, di Malioboro ini ada banyak sekali pilihan untuk menghabiskan waktu dengan berbelanja. Mulai dari Pasar Beringharjo hingga Stasiun Tugu, sepanjang jalan Malioboro dipenuhi oleh berbagai macam toko. Memang ini adalah jalanan, sekaligus pusat perbelanjaan, mulai dari pertokoan hingga pedagang yang berjualan di emperan.

Barang mahal hingga murah dapat ditemukan disini. Selain itu barang yang dijual pun sangat beragam pilihannya. Mulai dari batik, kaos khas Yogyakarta, aksesoris, hingga tukang tato temporer ikut meramaikan Jalanan ini. Yang jelas, menikmati Malioboro untuk berbelanja oleh-oleh atau hanya cuci mata akan menjadi pengalaman yang bikin ketagihan ingin mencobanya lagi dan lagi.

2. Belanja Produk Kerajinan Kulit di Manding, Yogyakarta Selatan

Homiers suka koleksi barang fashion terbuat dari kulit? Tenang saja, Yogyakarta dapat membuat homiers tersenyum. Disana ada sebuah desa wisata kerajinan kulit bernama Manding. Desa ini berada di Jalan Parangtritis Kilometer 11, Bantul. Tidak terlalu jauh dari Yogyakarta kan?

Di Manding homiers dapat menemukan dengan mudah bermacam produk fashion yang terbuat dari kulit. Barang – barnag yang dijual disini seperti tas, sepatu, ikat pinggang, dompet, jaket, sampai pernak-pernik lucu seperti gantungan kunci dan pigura. Harga item yang dujual di Manding ini bervariasi, mulai dari sekitar Rp. 70.000 hingga Rp. 1.000.000. Kantong banyak atau kantong cekak pun masih bisa terpuaskan hasrat untuk berbelanja disini.

Apalagi harga produk kulit Desa Wisata Manding gak semahal di mal yang ada di jakarta. Saking menariknya, enggak heran lagi kalau tempat ini sekarang menjadi destinasi utama para pemburu produk kulit. Selain lebih murah, mutunya bagus tidak kalah dengan produk kulit branded.

3. Mencari Batik Nan Ekonomis di Pasar Bringharjo

Pasar Beringharjo biasanya menjadi tujuan para traveler doyan belanja yang lelah menyusuri Jalanan Malioboro. Memang lokasinya dekat dengan Jalan Malioboro atau di ujung salah satu jalanannya. Jadi kalau homiers bosan dengan keramaian Mailoboro, kabur saja ke Pasar Beringharjo yang masih berada di kawasan yang sama.

Pasar ini sangat menarik, karena pasar tradisional ini umurnya sendiri hampir sama dengan Keraton Yogyakarta yang sudah berdiri dari tahun 1758. Sudah ratusan tahun kawasan Beringharjo ini mejadi pusat kegiatan ekonomi kota Yogyakarta. Makanya sampai sekarang pasar Beringharjo ini selalu menjadi destinasi favorit para shoppaholic.

Di pasar ini hampir semuanya dapat ditemukan. Mulai dari bermacam kain lucu hingga busana batik keren bisa ditemui. Jajanan pasar, bahan makanan, jamu-jamuan, juga barang-barang antik bisa didapatkan dengan kondisi yang bagus dan harga yang cukup murah.

4. Berburu Kerajinan Perak di Kotagede

Yogyakarta adalah tempat gemerlap kerajinan perak berada. Bahkan, kerajinan pera di kota ini salah satu yang terbaik di Indonesia. Karena it jika teman – teman traveler ingin mencari oleh – oleh berupa kerajinan perak di Yogyakarta, cobalah menjelajah Kotagede.

Kotagede yang berada di kawasan yang lokasinya berada di tenggara kota Yogyakarta ini berdiri banyak toko yang berderet dengan rapi. Tentunya sebagian besar toko tadi menjual hasil kerajinan yang terbuat dari perak. Beberapa kerajinan yang dihasilkan disini adalah berupa aksesoris seperti cincin, gelang, kalung. Yang lebih unik lagi kerajinan perak mereka nggak hanya aksesoris saja, namun hingga bentuk menarik seperti berbentuk binatang, candi, atau wayang.

5. Penikmat Buku Pasti Betah Mencari Buku di Kompleks Buku Taman Pintar

Belanja buku juga termasuk shopping kan? Kira – kira siapa yang suka belanja buku kalau sedang traveling? Di Yogyakarta ada salah satu tempat yang bisa membuat para book lover tersenyum lebar. Namanya adalah Shopping yang merupakan pusat penjualan buku. Iya, namanya agak unik ya? Shopping. Lokasinya berada di samping Taman Pintar Yogyakarta. Karena itu meski masih cukup terkenal dengan nama Shopping, kadang sebagian orang juga mengenalnya sebagai Komplek Buku Taman Pintar.

Komplek Buku Taman Pintar atau Shopping ini menjual banyak buku dengan berbagai judul dan genre. Mulai dari buku fiksi, pelajaran, agama, politik, serta sosial dijual dengan harga lebih murah dibanding di toko buku yang biasanya. Kalau beruntung, kalian juga bisa menemukan buku-buku bekas yang langka di sini. Asik kan? Kalau di Yogyakarta jangan lupa mampir ya?

6. Menjadi Orang Lokal Dengan Berbelanja di Pasar Minggu Yogyakarta

Pasar yang hanya diadakan tiap minggu ini adalah surga wisata belanja. Tidak hanya buat para traveler yang berlibur di Yogyakarta, tetapi bagi mahasiswa yang berada disana. Terkenal dengan sebutan pasar tumpah Sunday Morning, buka setiap hari Minggu di kawasan Lembah UGM. Tepatnya keramaian ini berada di Jalan Olahraga – Jalan Notonagoro, Bulaksumur, Yogyakarta.

Lokasinya dekat sekali dengan UGM gitu~ Ketika pasar sudah dibuka, di sepanjang ruas jalan ini para pedagang mulai menggelar dagangannya. Ada berbagai jenis barang yang dijual disini. Mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, aksesoris, sepatu, tas, sampai pernak-pernik untuk mempercantik kamar juga ada. Kalau males belanja, window shopping saja juga boleh kok. Sambil lirik kanan kiri gadis – gadis UGM yang konon katanya cakep cakep itu. Siapa tahu bisa kenalan dan berjodoh? Iya enggak?

7. Ingin Mempercantik Rumah, Jangan Lupa Cari Guci, Hiasan Dinding dan Patung Ukiran di Kasongan

Kawasan Kasongan sangat terkenal di kalangan wisatawan sebagai sentra kerajinan gerabah atau keramik. Jadi, sayang banget kalau homiers ke Jogja tapi gak sempat mampir ke galeri seni gerabah yang berderet di tempat ini. Siapa tahu, homiers bisa menemukan guci atau patung yang pas buat mendekor rumah atau kamar homiers, atau souvenir buat oleh-oleh.

Sentra kerajinan gerabah yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul ini membuat dan menjual benda-benda dari gerabah seperti pot dan guci aneka motif, patung, hiasan dinding, peralatan dapur, furnitur, serta berbagai produk kerajinan lainnya. Penasaran dengan cara pembuatannya? Homiers juga bisa melihatnya langsung lho.

8. Tidak Hanya Kain Yang Bisa Dibatik! Buktikan Sendiri Dengan Berkunjung Ke Desa Wisata Krebet, Yang Penduduknya Bereksperimen Dengan Media Kayu

Kalau homiers mengira kerajinan batik itu cuma menggunakan medium kain, homiers salah besar. Di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, warganya gak menggunakan media kain untuk membatik, melainkan memakai kayu. Tapi, justru di situ daya tariknya, batik yang digambar di atas kayu oleh pengrajin menghasilkan beragam produk yang unik.

Barang-barang yang dihasilkan sentra kerajinan beraneka ragam. Ada topeng, wayang dan patung kayu, gantungan kunci, cermin, kotak perhiasan dan masih banyak lagi. Pas banget buat homiers yang lagi nyari souvenir buat oleh-oleh atau pernikahan. Proses pembuatannya juga bisa homiers lihat sendiri, gak jauh beda dengan pembuatan batik kain. Oh iya, pernak-pernik hasil kerajinan batik kayu ini juga sudah merambah pasar mancanegara lho homiers. Keren kan?!

 

Sumber Artikel via blog.reservasi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *