unique visitors counter Mencintai dan Membudidayakan Tari Jaipong

Tips & Informasi Wisata Jogja

Update informasi terus yuk biar lebih kenal wisata jogja

Mencintai dan Membudidayakan Tarian Jaipongan

Mencintai dan Membudidayakan Tarian Jaipongan

Tari Jaipong merupakan salah satu tarian tradisional dari Jawa Barat. Tari Jaipong yang pertama di kenal kan oleh seorang Seniman  Gugum Gumbira ini awalnya terinsipirasi oleh kesenian rakyat Ketuk Tilu. Kini di tengah-tengah perkembangan jaman Tari Jaipong asal kota kembang ini hampir punah . Namun ditengah-tengah hampir kepunahan tarian tradisional ini  Kang Nandang sebagai seniman Bandung mencoba membangkitkan kembali tarian tradisional ini dengan mencoba membuka sanggar di salah satu mall di Cimahi dengan nama sanggar  “Pelita”.

Kang Nandang mencoba mengenalkan kembali tarian ini dengan menampilkan Tari Jaipongan yang dimainkan oleh anak-anak usia 5-8 tahun yang di gelar di tengah-tengah mall yang bertujuan untuk mengenalkan tari jaipongan kepada pengunjung mall agar tertarik melihatnya dan tentunya untuk mengenalkan  tarian ini kepada anak-anak dan untuk menumbuhkan kecintaannya kepada budaya tradisional sehingga keberadaan tari jaipongan dapat dipertahankan.

Sanggar yg tepat nya terletak di daerah padasuka Cimahi ini berdiri sejak 18 Juli 2012 di Balai Swala (Samping GOR IPM) Kelurahan Padasuka Jl. Kebon Mangga Cimahi ini mengadakan latihan rutin 2 kali dalam seminggu. Walau waktunya terbatas tetapi anak2 sangat antusias dan semangat dalam menghafal gerakan-gerakannya.

Keunikan sanggar di dalam mall tentunya sgt berbeda di kebanyakan mall-mall yang lain yg memberikan nuansa budaya yg kental. Tari Jaipongan ini harus tetap di pertahankan dan dibudidayakan karena tari jaipongan merupakan Kebudayaan asli Indonesia khususnya Budaya Sunda.

Homiers sebagai warga Bandung dan warga Indonesia juga tidak mau kita perlahan-lahan kehilangan satu persatu budaya kesenian  kita, oleh karena itu mari kita tetap menjaga budaya kesenian kita dengan mengenal dan selalu membanggakannya