unique visitors counter Ini Dia 7 Cara Paling Gampang dan Asyik Untuk Menikmati Liburan Bersama Keluarga | Simply Homy

Tips & Informasi Wisata Jogja

Update informasi terus yuk biar lebih kenal wisata jogja

Ini Dia 7 Cara Paling Gampang dan Asyik Untuk Menikmati Liburan Bersama Keluarga

Ini Dia 7 Cara Paling Gampang dan Asyik Untuk Menikmati Liburan Bersama Keluarga

Assalamualaikum Homiers…

Pernah nggak sih Homiers merasakan pulang liburan kok jadi nggak semangat, gagal move on, makin stres, bahkan suntuk berkepanjangan? Lha kok bisa ya? Katanya tujuan traveling itu untuk ngilangin stres dan refreshing? Tapi kok malah merasakan semua hal di atas? Jangan – jangan kita selama ini salah mengartikan makna dari traveling itu sendiri? Jadi gimana ya caranya menikmati traveling supaya tubuh dan pikiran kita bisa refresh?

Ternyata kebahagiaan pasca traveling itu ditentukan dengan bagaimana kita menjalani traveling itu sendiri. Apakah kita benar-benar menikmati traveling seutuhnya ataukah traveling cuma untuk sekedar pamer dan meningkatkan pamor di social media? Jaman now hidup serba ketergantungan sama media social, pun saat kita lagi traveling. Secara alamiah kita terdorong untuk posting foto-foto selama traveling, entah untuk kesenangan semata, alasan pekerjaan (bagi para blogger dan vlogger), atau mungkin ada niatan pamer (entah sengaja atau tidak). Wajar sih, namanya manusia memang punya kecenderungan sifat narsis. Hehehe.. Dan semenjak ada social media sifat narsis itu jadi tersalurkan ya Homiers hahahha …

Somehow akhirnya kita akan merasakan kehilangan esensi dari traveling itu sendiri. Bukannya merasa segar dan happy pasca traveling malah jadi suntuk dan baper. Something must be so wrong here.

Ini adalah kembali bisa menikmati sepenuh hati semua perjalanan yang kami lakukan. Ini dia 7 hal sederhana, mudah, dan asyik untuk kita bisa menikmati traveling sepenuh hati

  1. 1000% Rilex

Yups, tujuan utama dari traveling adalah melupakan semua beban hidup, so sampaikan pesan pada tubuh dan pikiran kita untuk benar-benar rilex. Sepenuhnya melupakan DL kerjaan, beban hidup, hutang, dan entah apapun itu. Be a slow traveler. Nikmati setiap langkah yang kita ambil, peluk erat anak-anak saat menikmati liburan bersama, dan nggak perlu pasang target. Kalau sehari cuma bisa datang ke satu tempat, so be it. As long as we enjoy it. no need to think about what other people might say.
liburan bersama keluarga

Gambar Via: satuharapan.com

 

  1. Matikan Gadget

Bisa kah? Mulai lah  mencoba mematikan koneksi internet. And it really felt like heaven. Awalnya membayangkan hidup tanpa internet itu hampa, tapi setelah dicoba ternyata merdekaaaa banget. Nggak pusing mikirin orang yang berantem dan nyinyir nggak jelas di sosmed, nggak sakit hati ketika ada email promo tiket tapi pas lagi nggak punya duit. Pokoknya merdeka 100% deh. Urusan updet social media bisa ntar deh kalo udah di rumah. Ketika traveling pusatkan seluruh pikiran dan hati menikmati kegiatan kita, nggak usah mikirin yang lain. Buat quality time semaksimal mungkin bersama keluarga. #latepost? Mbok ben!!

  1. Buat Rencana Liburan

Meskipun #travelingwithkids itu nggak bisa saklek sama yang namanya itinerary aku tetep bikin jadwal perjalanan setiap kali traveling, Sebelum traveling kita sudah nge-list dulu kemana aja tujuan kami plus cari info tentang tempat tujuan. Dari mulai akses kendaraan (pribadi maupun umum), waktu tempuh, harga tiket, tempat makanan halal kalau memang tujuan liburannnya ke luar negeri atau tempat yang banyak non-muslim. Intinya sih rencana perjalanan ini dibuat untuk memudahkan kita aja. Kalau toh ada yang harus dirubah karena keadaan ya no problemo. Yang jelas ketika sampai di tempat tujuan kita nggak kebingungan lagi mau apa dan sudah punya agenda yang jelas. Kan lebih efektif tuh jadinya waktu liburan kita Homiers.
liburan bersama keluarga

Gambar Via: productivityist.com

  1. Just Be Yourself

Kadang, untuk mengikuti trend yang ada sadar/nggak sadar kita dipaksa untuk menjadi orang lain. Misalnya nih kita ikutan nyobain olahraga ekstrem padahal sebenernya itu bukan gue banget atau terpaksa nggak makan menu tertentu karena jaga badan. Duuuhhh … what is the point of traveling if you can’t even enjoy being you gitu lhoh?? Sejenak lupakan diet. Kalau memang Homiers adalah pribadi yang kalem dan lebih suka leyeh-leyeh di pinggir pantai sambil baca novel ketimbang surfing atau naik banana boat, do as you like. Jadi diri sendiri aja dan lakukan apa yang Homiers Inginkan, bukan apa yang orang harap kamu lakukan. DEAL??

  1. Jaga Kondisi Tubuh

Penting nih! Memang liburan itu singkan tapi bukan berarti ngoyo. Balik lagi be a slow traveler, nikmati semua yang ada di hadapanmu. Jangan terlalu excited sampai stamina terkuras atau bahkan terlalu ngirit sampai makan aja dijatah. Be good to yourself. Budget yang lain boleh deh diminimalisir, tapi untuk budget makan jangan pelit banget deh. Tubuh kita perlu bahan bakar untuk melakukan semua kesenangan yang sudah kita rencanakan. Dan jangan lupa juga buat istirahat ya Homiers. Gadget aja harus di charge, masa badan kamu enggak?

  1. No Ngutang

Membaca trend pasar yang lagi hobby traveling, banyak bank yang menawarkan pinjaman dana traveling. Menurut aku sah aja sih buat orang yang memang punya dana. Ngutang dulu oke asalkan memang ada sumber dana buat bayar hutang. Tapi kalau maksain hutang cuma demi traveling terus pulangnya kelimpungan karena nggak bisa bayar hutang, forget it!

Traveling itu nggak harus jauh dan mahal kok. Toh yang kita harapkan adalah inti dari kegiatan traveling itu, which is bikin relax body and mind. Traveling semampunya aja, yang deket dan murah meriah, selama kita bisa menikmati semaksimal mungkin, bonding keluarga makin oke, pulang traveling semua happy. That’s enough for me.
liburan bersama keluarga

Gambar Via: sethwinterhalter.com

  1. Keluar dari Zona Nyaman

Mencoba sesuatu yang baru? Why not!? Selama itu nggak mendzolimi diri sendiri, ayok aja. Pengen nyobain kuliner khas setempat? Nggak usah mikir berkali-kali. Pergi ke tempat yang baru, melihat dan melakukan hal baru? Go for it. Atau mau mencoba pergi ke tempat yang minim fasilitas. Misalnya pergi ke daerah terpencil yang nggak ada koneksi internet, nggak ada babang Gojek buat kirim gofood atau nganterin kemana-kemana? Mungkin bisa jadi ini saatnya untuk lebih kreatif lagi.

keluar dari zona nyaman disini adalah ketika nggak ada lagi embak yang bantuin gendong baby K saat badan udah pegel. Harus mengandalkan kekuatan sendiri dan bantuan abang untuk “menjinakkan” dua anak disegala suasana hahaha/ Keluar dari zona nyaman saat traveling adalah no more Youtube dan mencoba cari kegiataan lain yang bisa bikin anak-anak tetep happy meskipun tanpa gadget. Kalau versi keluar dari zona nyamanmu apa?

Sumber Artikel Via: momtraveler.com

gambar utama via sethwinterhalter.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.